Friday, May 4, 2007

PENANTIAN........



penantian merupakan suatu karunia yang Tuhan berikan pada umatnya.

didalam penantian , kesabaran hadir dari kerendahan hati atas pengekangan ego.

di dalam penantian, ketekunan tercipta dari keinginan kuat untuk selalu bangkit dan melangkah.

di dalam penantian, rasa berserah, merasuk dari kebesaranNYA atas ketidak mampuan dan keterbatasan kita.

di dalam penantian kesombongan meluruh dalam setiap detak sang waktu.




tangisku dalam penantian

betapa besar DiriMU dalam penantian ku.

terkadang ku lupa dan larut dalam kehebatan ku.

ajari aku tuk menyembah dalam penantianku ya Tuhan.

hingga ku tak lupa menghitung setiap berkat yang Kau berikan.

hingga ku merasakan dan memahami arti dari tidak memiliki.




ampuni kelancanganku Tuhan,

atas pertanyaan "sampai kapan ?' yang selalu ku ajukan.

atas janji gombal ku untuk berserah dan memberikan hidupku untuk Kau bentuk.

atas air mata kekecewaanku akan MU.

atas kesepianku, padahal Kau selalu ada dekatku. dan tak sepatahkataku bercakap padaMu.




ajari aku bersyukur dalam penantianku Tuhan

karena rencanaMU bukan rencana yang jahat.

karena rancanganMu lebih tinggi dari langit.

karena Kau mengasihiku dan membuatku berharga di mataMu
.
(Isaiah 55:9 For [as] the heavens are higher than the earth, so are My ways higher than your ways, and My thoughts than your thoughts)

Sunday, April 29, 2007

KIDUNG SANG WAKTU

waktu selalu diam membisu.......

dalam penyangkalan diri pencarian cinta.
pudarkan kenangan daam rasa sakit
tertikam Ego berkedok pengorbanan.
hai biduan biduan cinta !!!!!!
tabuhlah rebana itu diwaktu senja.
biarlah alunan kecapi merasuk dalam pingul tarianmu
teriakan kebencian dalam geliat tarian cinta.
hingga umpatan serapah mu mengalir dalam peluhmu.
habis..
dan bila malam kan datang.
tataplah matanya dalam cinta yang tersisa.
usaplah airmatanya.
karena cinta adalah miliknya.
yang dititipkanNya lewat kecupanmu.
habis...
hanya ada Cinta, Ia, dan DIA.
dan berharap waktu tak cepat berlalu.

tuk sebuah ciuman. yang tertunda.

Thursday, February 8, 2007

TENTANG........

Bandung mendung sore ini....
membisikan kisah sisa kemarin.
tentang bunga di tepi jalan tol
tentang sudut dago yang sepi..
tentang dingin gerimis bandung
tentang awal dari ribuan bait puisi untuk mu dan aku.
Bandung mendung sore ini...
membawa kabar kegundahan hati.
sesali awal yang indah, dengan ragu yang menguap.
coba bohongi batin kita.
dalam prasangka cinta yang telah punah...
kecamuk hati dalam sangkalan....
bahwa cinta terlalu agung tuk terlibat


gerimis basahi Bandung.
melunturkan keras hati dari ego masa lalu.
sisakan rasa yang lebih jujur dari tiap kita.
rasa rindu hadir tanpa mengetuk sore itu.
namun cinta masih terlalu agung tuk terlibat.

malam antarkan kepergian sore dalam hujan
bercerita tentang rindu yang terikat dan tersimpan.
tanpa pernah terucapkan..
karena tak tahu kapan berawal
warnai kesendirian yang tak lagi hitam
ada senandung tentang mu.


tembang tua tentang kisah kuno di muka bumi.
yang tetap ada hingga kali ini.
tembang tua tentang cinta............yang kupikir telah lama mati dan punah.
ternyata hadir dari jujur yang paling dalam............
no me ames.......karena cinta terlalu agung untuk terlibat?

Bandung hujan malam itu............
dari sudut jalan ini..
ku lihat angin bawa pergi pertannyaan itu............


tanpa pernah terjawab.

tanpa pernah terjawab


Gypsie

Tuesday, December 19, 2006

Natal untukku



di pagi ini

dari balik jendela gerbong ini.

ribuan mil terlalui dalam ke sia sia-an.

perjalanan yang tak pernah berakhir.

menuju kehampaan hati yang suam.



sementara hamparan putih ingatkan arti kedatanganMU

bawakan tangis penyesalan atas bebalnya jiwa

abaikan segenap pengorbanan dan Kasih yang KAU berikan.

untuk terangi dunia dari kegelapan.



angin desember antarkan dentang lonceng itu.

seperti pelita yang terangi gelap hatiku.
senandung hymne yang tak pernah pudar

dari jiwa jiwa terpilih yang memuliakan MU,




Keteduhan Cinta MU pangil ku pulang.
kembali dalam keabadian firman Mu.
memaknai kelahiran-MU dalam kesendirian.
tanpa kado dan pohon natal
Hanya KAU dan aku........di pagi ini

dari balik jendela gerbong ini

Sunday, December 17, 2006

persembahanku


Betapa hatiku, berterima kasih Yesus
Kau mengasihiku, Kau memilikiku
Hanya ini Tuhan persembahanku
Segenap Hidupku Jiwa dan ragaku
Sebab tak kumiliki harta kekayaan
yang cukup beratri untuk ku persembahkan
Hanya Ini Tuhan persembahanku
Terimalah Tuhan persembahanku
Pakailah hidupku sebagai alatmu,
Seumur hidupku.........

Monday, December 4, 2006

NEVER GIVE UP ON HIM

Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya.
"Tuhan", kataku, "Berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?"

Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.
"Lihat ke sekelilingmu", kataNya



"Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini?"
"Ya", jawabku.
Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat warna hijaunya yang menawan menutupi tanah namun, tidak Ada yang terjadi dari benih bambu tapi Aku tidak berhenti merawatnya."
"Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya. Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu, tapi Aku tetap tidak menyerah begitu juga dengan tahun ke empat. Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Dibandingkan dengan pakis, tunas itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti."
"Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani."
"Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu, Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu. " Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah." "Saat mu akan tiba"
Tuhan mengatakan itu kepadaku.
"Engkau akan tumbuh sangat tinggi"
"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?" tanyaku.
"Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik bertanya.
"Setinggi yang mereka mampu?" aku bertanya
"Ya." jawabNya,"Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai."
Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadapku dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap anda.
Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini kita jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari.
Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memberi pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.

Saturday, September 2, 2006

3rd DAY - DAYA PENGGERAK DALAM KEKEKALAN ENERGI.



Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29 :11)


Tragedi terbesar bukanlah kematian melainkan kehidupan tanpa tujuan (Rick Waren- The Purpose driven life)


The First Law of Thermodynamics says that energy under normal conditions cannot be created or destroyed, simply transformed from one type of energy to another. Thus a chemical reaction such as lighting a match does not create new energy but only converts one type of energy to another.


Kita mengenal hal tersebut, sebagai hukum kekekalan energi. Setiap benda yang bergerak (kinetik), berputar (rotasi) dikarenakan terdapat energi sebagai sumber tenaga di dalamnya. Demikian pula dengan kehidupan kita, kita bergerak melangkahi kehidupan di karenakan terdapat pusat energi yang menggerakan kita.

Namun terkadang kita tidak memahami makna kekekalan energi yang menggerakan kehidupan kita.
Kita bergelayut pada pandangan yang salah terhadap energi yang menggerakan kehidupan kita.
Kadang kita hanya melihat permukaan dari kehidupan, permukaan dari hati kita sebagai penggerak kehidupan kita. Mungkin saat ini kita digerakan oleh rasa bersalah, kebencian, kemarahan, rasa takut, sifat materialisme, kebutuhan akan pengakuan.


Rasa bersalah

Orang orang yang digerakkan oleh rasa bersalah dimanipulasi oleh ingatan ingatan.Mereka membiarkan masa lalu mereka menggerakan masa depan mereka.

Kita semua adalah produk dari masa lalu kita, tetapi kita tidak perlu menjadi tawanan masa lalu. Tujuan Allah tidak di batasi oleh masa lalu kita. Dia Mengubah seorang pembunuh bernama Musa menjadi seorang pemimpin, dan seorang pengecut yang bernama Gideon menjadi seorang pahlawan yang gagah berani.Dia juga mampu melakukan hal hal ajaib dalam sisa hidup kita.

Kebencian dan Kemarahan

Orang orang yang deigerakkan oleh rasa marah dan kebencian , mempertahankan kepahitan dan tidak pernah sembuh darinya. Bukannya melepaskan penderitaan mereka melalui pengampunan tapi mereka mengingat ingatnya dalam memori mereka.

Kebencian selalu lebih melukai kita ketimbang orang yang kita benci. sementara orang yang menyakiti hati kita mungkin telah melupakan perbuatan mereka terebut dan melanjutkan hidup.

Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati (Ayub 5:2)


Rasa Takut

Ketakutan adalah penjara yang di bangun oleh diri sendiri, yang akan menghalangi kita untuk menjadi apa yang Allah maksudkan bagi kita.Kita harus melawanya dengan senjata iman dan Kasih.

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1 Yohanes 4 : 1)


Materialisme

Life is the coffee and the jobs, money, and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life. And it do not change the quality of life. Sometimes by concentrating only on the cups, we fail to enjoy the cofee provided. So dont let the cups drive you, enjoy the coffee instead.


Nilai kita tidak di tentukan oleh barang barang berharga yang kita miliki. Rasa aman, bahagia, tidak dapat di temukan dari materil, karena semua itu bisa hilang sekejap melalui berbagai faktor yang tidak dapat dikendalikan. Rasa aman yang sesungguhnya hanya bisa di temukan di dalam apa yang tidak pernah bisa di ambil dari kita, yaitu hubungan kita dengan Allah.

Kebutuhan Akan Pengakuan

Kita tidak mengetahui semua kunci menuju keberhasilan, tetapi salah satu kunci menuju kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang. Dikendalikan oleh pendapat orang lain adalah cara yang pasti untuk kehilangan tujuan Allah bagi kehidupan kita.

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6 : 24)


Semua kekuatan penggerak yang telah disebutkan di atas merupakan negative motivation, yang akan membawa kita pada jalan buntu, rasa tertekan yang tidak perlu, dan kehidupan yang tidak memuaskan

Lalu apa sebenarnya yang merupakan daya penggerak abadi, yang seharusnya menjadi sumber kekuatan kita dalam menjalani kehidupan?jawabnya : Allah.

Suatu kehidupan yang dituntun, dikendalikan, dan dipimpin, oleh Tujuan tujuan Allah , dan kita harus mengetahui Tujuan tujuan Allah bagi kehidupan kita.
Tujuan tujuan Allah bagi kehidupan kita laksana energi yang kekal, energi yang tidak dapat di musnahkan tetapi hanya dapat berubah bentuk. Merubah bentuk sikap kita dalam berhubungan dengan Tuhan dan kehidupan sosial.
Energi yang dalam perjalanan waktunya akan memperkuat jiwa kita, dan membawa kita pada suatu kekekalan.


Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. (2 Korintus 5:1)


Lima manfaat besar dari kehidupan yang memiliki Tujuan :

Mengenali tujuan memberi makna bagi kehidupan kita.
Mengenali tujuan memudahkan kehidupan kita
Mengenali tujuan membuat kehidupan kita memiliki fokus
Mengenali tujuan memotivasi kehidupan kita
Mengenali tujuan mempesiapkan kita menghadapi kekekalan.

Kristanto, Sept 2006